Ketika menyebut sebuah proses yang tidak jelas pengerjaanya, sering sekali kita melontarkan istilah seperti telur atau ayam. Ini adalah teka-teki klasik yang sudah ada sejak zaman kuno—bukan hanya candaan iseng, tapi juga cerminan dari pertanyaan yang lebih filosofis: mana yang jadi penyebab, dan mana yang akibat?

Dari sisi filsafat, ini sering digunakan untuk menggambarkan lingkaran sebab-akibat yang tampaknya tidak punya awal jelas. Ini seperti bertanya: “Apakah keberadaan sesuatu bisa dijelaskan tanpa mengetahui asal usulnya terlebih dahulu?”
Secara sains, sudah ada jawabannya. Jawaban ini sudah disepakati oleh segelintir ilmuwan biologi. Melansir Live Science, Rabu (21/5/2025) kebanyakan ilmuwan biologi sepakat bahwa telur datang lebih dulu sebelum ayam. Pada tingkatan dasar, telur awalnya hanya sel betina. Cangkang keras dari telur kemudian menjadi evolusi makhluk tersebut dalam berkembang biak.
“Telur adalah langkah penting dalam evolusi (vertebrata), karena memungkinkan amnion (ketuban) untuk pergi semakin jauh dari air,” kata Koen Stein, ahli paleontologi di Royal Belgian Institute of Natural Sciences, kepada Live Science.
Sebelum telur punya cangkang yang keras, vertebrata harus bergantung pada air untuk reproduksi. Sebagian besar amfibi masih menghadapi batasan ini, mereka perlu menjaga telurnya tetap lembab agar dapat bertahan hidup.
Kemudian, burung tidak muncul dalam catatan fosil hingga pertengahan hingga akhir Jurassic, sekitar 165 juta hingga 150 juta tahun yang lalu, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology. Kendati demikian, para ilmuwan berpikir telur bercangkang pertama berevolusi jauh sebelum itu yakni sekitar 325 juta tahun yang lalu, menurut University of Texas. Artinya, telur hadir jauh sebelum ayam.
Uniknya, tekstur dan karakteristik telur pertama tidak sama dengan telur-telur di era sekarang. Telur pertama dipercaya punya tekstur yang lunak dan kasar.
Mengingat jawabn ini sudah terjawab, maka sudah harus dibuat pertanyaan filosofis yang baru tentang sebab dan akbat. Mengingat pertanyaan telur atau ayam, sudah ada jawabannya.

