Daging ayam ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu ayam ras pedaging dan ayam ras petelur. Konsumsi daging ayam ras di tahun 2021 menurut survei BAPOK BPS diperkirakan mencapai 10,36 kg/kapita/tahun (Angka Sementara).
Berdasarkan hasil sensus BPS di Indonesia masyarakat mengkonsumsi sumber protein dari hewani dan nabati. Sumber protein masyarakat meliputi ikan, udang, daging ayam, daging sapi, telur ayam, telur bebek. Sementara konsumsi protein nabati dari kacang kedelai, tahu, dan tempe.
Pada tahun 2014 secara umum sumber protein hewani masyarakat mencukupi kebutuhannya 6,1% dari ayam. Jumlah ini tentu masih cukup rendah, dan menempati urutan ke -6 dari sumber protein masyarakat. Selama tahun 2013, seseorang di Indonesia mengkonsumsi kurang dari 4 kg ayam dalam setahun.
Kenaikan konsumsi daging ayam
Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) perkembangan konsumsi per kapita daging ayam ras pedaging masyarakat Indonesia selama 10 (sepuluh) tahun meningkat. Kurun (2013-2022) cenderung terus meningkat sebesar 7,87% per tahun (Gambar 3.5 dan Lampiran 7).
Peningkatan konsumsi nasional daging ayam didukung pertumbuhan jumlah penduduk, peningkatan pendapatan penduduk dan peningkatan pengetahuan gizi oleh masyarakat akan manfaat mengkonsumsi protein hewani.
Berdasarkan hasil Susenas (BPS) konsumsi daging ayam ras pedaging pada tahun 2012 sebesar 3,49 kg/kapita/tahun. Pada tahun 2022 konsumsi daging ayam ras pedaging naik menjadi 7,12 kg/kapita/tahun. Angka konsumsi tersebut hanya konsumsi di dalam rumah tangga, jika ditambah konsumsi luar rumah tangga seperti rumah makan, warung, restoran, dan hotel maka konsumsi per kapita akan menjadi lebih besar lagi.
Begitu juga melihat data statistik yang dikeluarkan oleh BPS untuk tahun 2014, untuk konsumsi daging ayam masyarakat Indonesia – yaitu di angka 0,086 Kg/ Minggu. Sehingga dalam setahun seorang warga negara Indonesia hanya mengkonsumsi kira kira 4,5 Kg daging ayam (ras atau pun negeri).
Perbandingan konsumsi daging ayam dengan Malaysia
Pada tahun 2024 konsumsi daging ayam menjadi 0,154kg/minggu atau sekitar 8kg per tahun. Sebagai perbandingan, negara Malaysia – tingkat konsumsi daging ayam mencapai 25 Kg/ tahun.
Sebagai perbandingan oleh BPS, pendapatan per kapita negara Indonesia itu lebih mencapai 4960 US dollar (tahun 2024) atau kira kira 78 juta-an per tahun. Jadi Pendapatan sudah di atas 3000 dollar, konsumsi daging ayam cuma 8 Kg dalam setahun.
dth=”470″ height=”640″ />
Bagaimana pun juga kebutuhan akan protein hewani itu diperlukan, dan daging ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang relatif mudah didapat. Mudah mudahan dengan semakin mudahnya informasi, masyarakat semakin mulai melirik konsumsi ayam sebagai sumber protein hewani. Di saat yang sama, supplier dan pihak rumah potong juga semakin meningkatkan kualitas karkas ayam yang hiegenis kepada masyarakat.

