Mengenal Penyakit Ayam Bagi Peternak Pemula

Home » Post » Peternakan Ayam » Mengenal Penyakit Ayam Bagi Peternak Pemula

Bagi peternak unggas, penyakit ayam adalah kabar buruk. Itu sebabnya, kesehatan ayam adalah pilar utama keberhasilan usaha peternakan. Serangan penyakit tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi akibat kematian dan penurunan produksi, tetapi juga dapat mengancam kesehatan manusia pada beberapa kasus penyakit zoonosis. Memahami jenis-jenis penyakit, gejala, cara penularan, dan langkah-langkah pencegahannya adalah pengetahuan wajib bagi setiap peternak.

Artikel ini merangkum berbagai penyakit yang umum menyerang ayam, mulai dari yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, hingga parasit, berdasarkan data komprehensif untuk membantu peternak menjaga kesehatan ternaknya.

Prinsip Dasar Kesehatan Ayam

Kesehatan ayam ditopang oleh tiga pilar utama yang membentuk segitiga pertahanan: Daya Tahan Tubuh Ayam, Agen Penyakit di Lingkungan, dan Manajemen Peternakan. Upaya menjaga kesehatan berfokus pada penguatan daya tahan tubuh melalui nutrisi yang baik, menekan jumlah agen penyakit dengan biosekuriti yang ketat, serta pencegahan spesifik melalui vaksinasi. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Ciri-ciri Ayam Sehat

Sebelum mengenali penyakit, penting untuk mengetahui seperti apa ayam yang sehat:

  • Aktif dan Lincah: Bergerak aktif, tidak menyendiri atau lesu.
  • Nafsu Makan Baik: Mau makan dan minum dengan normal.
  • Feses Normal: Kotoran berbentuk padat (bulat panjang) dengan warna yang wajar.
  • Pernapasan Tenang: Bernapas tanpa suara ngorok atau kesulitan.
  • Jengger dan Pial: Berwarna merah cerah dan berdiri tegak.
  • Pertumbuhan Seragam: Pertumbuhan bobot badan dalam satu populasi relatif homogen dan sesuai standar.

Penyakit Viral

Penyakit yang disebabkan oleh virus seringkali sangat menular, menyebar dengan cepat, dan dapat menyebabkan tingkat kematian yang tinggi.

1. Tetelo (Newcastle Disease – ND)

Penyakit yang sangat menular dan ganas, juga dikenal sebagai sampar atau pseudo vogel-pest.

  • Penyebab: Paramyxovirus.
  • Gejala:
    • Kesulitan bernapas, batuk, bersin, dan mengorok.
    • Lesu, mata mengantuk, dan sayap terkulai.
    • Kaki terseret dan kelumpuhan.
    • Tinja encer berwarna kehijauan, terkadang disertai darah.
    • Jengger dan pial berwarna biru kehitaman.
    • Gejala khas: Leher terpuntir (torticollis) dengan kepala melihat ke atas.
  • Penularan: Kontak langsung, udara, pakan, dan air minum yang terkontaminasi.
  • Catatan: Pada ayam muda, kematian bisa terjadi sangat cepat. Pada ayam dewasa, kematian biasanya terjadi 2-3 hari setelah gejala pertama muncul.
penyakit ND
penyakit tetelo (ND)

2. Gumboro (Infectious Bursal Disease – IBD)

Penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh ayam, terutama pada organ Bursa Fabrisius, membuatnya rentan terhadap penyakit lain.

  • Penyebab: Virus IBD dari golongan Birnavirus.
  • Gejala Klinis (terlihat jelas):
    • Diare keputihan atau berlendir.
    • Bulu kusam dan kotor di sekitar anus.
    • Ayam sering mematuki area duburnya karena radang.
    • Badan gemetar, lesu, dan nafsu makan menurun.
    • Kematian bisa mencapai 60% pada awal wabah.
  • Gejala Subklinis (tidak terlihat jelas): Terjadi pada ayam di bawah 3 minggu, tidak ada gejala spesifik namun pertumbuhan lambat dan FCR (rasio konversi pakan) tinggi.
  • Penularan: Melalui pakan, air minum, dan kotoran yang terkontaminasi.
penyakit ayam IBD
penyakit ayam IBD

3. Flu Burung (Avian Influenza – AI)

Penyakit zoonosis yang sangat berbahaya karena dapat menular ke manusia. Tingkat kematian pada unggas bisa mencapai 100% dalam waktu singkat.

  • Penyebab: Virus Influenza Tipe A, terutama subtipe H5N1.
  • Gejala:
    • Bengkak dan kebiruan (sianosis) pada jengger, pial, dan kelopak mata.
    • Perdarahan di bawah kulit, terutama pada kaki (kerokan).
    • Keluar cairan bening atau berdarah dari hidung.
    • Batuk, bersin, dan ngorok.
    • Diare, depresi, dan nafsu makan hilang.
    • Produksi telur turun drastis atau berhenti sama sekali.
  • Penularan: Kontak langsung dengan unggas sakit, kotorannya, atau lingkungan yang tercemar.
Penyakit flu burung

4. Cacar Ayam (Fowl Pox)

Menyerang ayam di segala umur dengan dua bentuk utama.

  • Penyebab: Avipoxvirus.
  • Gejala:
    • Bentuk Kering (Kulit): Muncul kutil atau koreng pada area tidak berbulu seperti jengger, pial, sekitar mata, dan kaki.
    • Bentuk Basah (Difteri): Muncul bercak putih atau kekuningan di selaput lendir mulut, lidah, dan tenggorokan yang dapat mengganggu pernapasan dan makan.
  • Penularan: Kontak langsung dan melalui gigitan nyamuk atau serangga lain.
cacar ayam
cacar ayam

5. Infectious Bronchitis (IB)

Sangat menular dan menyerang sistem pernapasan, terutama pada ayam muda.

  • Penyebab: Coronavirus.
  • Gejala: Batuk, bersin, sesak napas, keluar lendir dari hidung dan mata. Pada ayam petelur, dapat menyebabkan penurunan kualitas dan produksi telur (cangkang tipis atau bentuk tidak normal).
Infectious Bronchitis
Infectious Bronchitis. Sumber gambar : https://poultrydvm.com/

Penyakit Bakterial

Penyakit akibat bakteri umumnya berkaitan dengan kondisi sanitasi dan stres lingkungan.

1. Snot (Infectious Coryza)

Dikenal juga dengan sebutan pilek menular pada ayam.

  • Penyebab: Bakteri Avibacterium paragallinarum (sebelumnya Haemophilus paragallinarum).
  • Gejala:
    • Pembengkakan pada wajah dan mata.
    • Keluar lendir kental, lengket, dan berbau khas (busuk) dari hidung.
    • Ayam bersin dan sering menggelengkan kepala.
    • Nafsu makan turun dan terdengar suara ngorok.
  • Penularan: Kontak langsung, udara, serta peralatan, pakan, dan minuman yang tercemar. Sering muncul saat pergantian musim.
Penyakit snot
Penyakit snot

2. Berak Kapur (Pullorum)

Penyakit ini sangat mematikan bagi anak ayam.

  • Penyebab: Bakteri Salmonella pullorum.
  • Gejala: Terutama pada anak ayam umur 1-10 hari.
    • Kotoran encer berwarna putih seperti kapur yang menempel di sekitar dubur.
    • Anak ayam tampak lesu, bergerombol, sayap terkulai, dan mata menutup.
    • Jengger berwarna keabuan.
  • Penularan: Dapat menular secara vertikal (dari induk ke telur) dan horizontal (kontak dengan ayam sakit atau lingkungan).
Berak kapur
Berak kapur

3. Kolera (Fowl Cholera)

Menyerang sistem pernapasan dan pencernaan, seringkali pada ayam dewasa.

  • Penyebab: Bakteri Pasteurella multocida.
  • Gejala:
    • Bentuk Akut: Kematian mendadak tanpa gejala yang jelas.
    • Bentuk Kronis: Diare (mencret) berwarna hijau kekuningan, sesak napas, pembengkakan pada pial, jengger, dan persendian kaki yang menyebabkan kelumpuhan.
  • Penularan: Melalui pakan, air, dan lingkungan yang terkontaminasi.
kolera ayam
kolera ayam

4. CRD (Chronic Respiratory Disease) / Ayam Ngorok

Penyakit pernapasan kronis yang sering disebut ngorok.

  • Penyebab: Mycoplasma gallisepticum. Seringkali diperparah oleh infeksi sekunder bakteri E. coli (disebut CRD Kompleks).
  • Gejala: Mirip dengan Snot, yaitu ngorok, batuk, keluar cairan dari hidung, dan nafsu makan turun. Pada bedah bangkai, sering ditemukan selaput keruh pada kantung udara.
  • Penularan: Kontak langsung dan penularan vertikal dari induk ke anak.
ayam ngorok
ayam ngorok

5. Colibacillosis

Disebabkan oleh bakteri yang normalnya ada di usus, namun menjadi ganas saat kondisi ayam menurun.

  • Penyebab: Bakteri Escherichia coli (E. coli) patogen.
  • Gejala: Lesu, diare, sesak napas, bulu kasar. Pada bedah bangkai, sering ditemukan selaput fibrin (seperti keju) yang menyelimuti organ dalam seperti jantung (perikarditis) dan hati (perihepatitis).
Colibacillosis
Colibacillosis

Penyakit Akibat Jamur dan Parasit

1. Aspergillosis

Infeksi jamur pada sistem pernapasan, sering terjadi pada anak ayam di dalam mesin tetas atau brooder yang kotor.

  • Gejala: Sesak napas, megap-megap, dan lesu.
Aspergillosis
Aspergillosis

2. Koksidiosis (Berak Darah)

  • Penyebab: Protozoa dari genus Eimeria.
  • Gejala: Diare berdarah, lesu, pucat, dan nafsu makan menurun.
  • Penularan: Melalui kotoran yang terkontaminasi. Kondisi kandang yang lembab dan padat mempercepat penyebaran.
penyakit berak darah
penyakit berak darah

3. Cacingan

  • Penyebab: Berbagai jenis cacing seperti Ascaridia galli (cacing gelang) dan Raillietina (cacing pita).
  • Gejala: Ayam kurus, lesu, pucat, dan pertumbuhan terhambat.

4. Kutu & Tungau

Parasit eksternal yang menghisap darah dan menyebabkan iritasi.

tungau di bagian ceker
tungau di bagian ceker
  • Gejala: Ayam gelisah, sering mematuk-matuk bulu, pucat, dan penurunan produksi telur.

Pencegahan adalah Kunci Utama

Mengelola kesehatan ayam secara proaktif jauh lebih efektif dan murah dibandingkan mengobati. Berikut adalah pilar utama pencegahan:

  1. Biosekuriti Ketat:
    • Jaga kebersihan kandang, tempat pakan, dan tempat minum secara rutin.
    • Lakukan desinfeksi kandang dan peralatan secara berkala.
    • Batasi akses orang dan hewan lain ke area kandang.
    • Terapkan sistem kandang “all-in all-out” (semua masuk, semua keluar) untuk memutus siklus penyakit.
    • Pisahkan ayam sakit dari yang sehat (karantina).
  2. Vaksinasi Teratur:
    • Buat jadwal vaksinasi yang tepat sesuai dengan riwayat penyakit di daerah Anda.
    • Gunakan vaksin untuk penyakit viral utama seperti ND, Gumboro, AI, dan Fowl Pox.
    • Pastikan teknik pemberian vaksin (tetes mata, suntik, air minum) benar dan dosisnya tepat.
  3. Manajemen yang Baik:
    • Berikan pakan dengan nutrisi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh.
    • Pastikan sirkulasi udara di dalam kandang baik untuk mengurangi kadar amonia.
    • Hindari kepadatan kandang yang berlebihan.
    • Minimalkan stres pada ayam.

Dengan mengenali musuh-musuh tak kasat mata ini dan menerapkan praktik peternakan yang baik, Anda dapat melindungi ternak ayam dari ancaman penyakit dan mencapai hasil panen yang optimal.

Scroll to Top