Ribut-ribut soal kenaikan harga karkas ayam beberapa waktu lalu benar-benar ditindaklanjuti oleh KPPU – Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Berikut beritanya yang dilansir dari livestockreview[dot]com per tanggal 7 Maret 2016
______________________________________________________________________
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) membawa 12 perusahaan ternak
ayam ke pengadilan, karena diduga melakukan kartel dan praktik
persaingan usaha tak sehat lainnya. Tuduhan dengan sejumlah bukti telah ada, untuk dapat menjerat persekongkolan para perusahaan tersebut.
Ke 12 perusahaan itu yakni PT CJ-PIA, PT Ekspravet Nasuba, PT Charoen
Pokphand Jaya Farm, PT Japfa Comfeed Indonesia, PT Hybro Indonesia, dan
PT Satwa Borneo, PT Taat Indah bersinar, PT Cibadak Indah Sari Farm, CV
Missouri, PT Wonokoyo Jaya Corp, PT Reza Perkasa, dan PT Malindo.
Ketua KPPU, Muhammad Syarkawi Rauf mengungkapkan, setelah melakukan
penyelidikan sejak beberapa bulan lalu, pihaknya sudah mengantongi
bukti-bukti sehingga berkesimpulan segera membawanya ke pengadilan.
Beberapa bukti sejumlah dokumen, merupakan ‘bocoran’ dari pihak pelapor.
“Bukti-bukti sudah kuat dari dokumen-dokumen perjanjian antar pelaku
usaha, kemudian kita lengkapi dengan keterangan saksi, dan keterangan
saksi ahli,” kata Syarkawi.
Menurutnya,
12 perusahaan tersebut saat ini menguasai sekitar 90% pasar daging ayam
yang beredar, dan memiliki bisnis terintegrasi dari hulu ke hilir
seperti pakan ternak, DOC (day old chicken), obat, hingga produk
olahannya.
Dia merinci, sejumlah temuan pelanggaran tersebut di antaranya
menahan pasokan ayam sehingga harga daging ayam melambung tinggi, afkir
dini pada ayam betina untuk menaikkan harga, dan persekongkolan
mematikan petani dengan menggelontorkan suplai secara bersama-sama
sehingga harga ayam anjlok.
“Ayam sempat di harga Rp 40.000/ekor, ini terjadi setelah pengafkiran
ayam, kemudian beberapa waktu lalu lagi tiba-tiba naik karena stok
tiba-tiba menghilang. Terakhir adalah persekongkolan untuk menjatuhkan
pemain lain yang kecil-kecil dengan membuat pasar kelebihan pasokan,
mereka sengaja jual rugi,” paparnya.

